Tampilkan postingan dengan label ubah takdir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ubah takdir. Tampilkan semua postingan

23 Januari 2009

Kisah penjual tempe

Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Disitu ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyambung hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar yang tempenya yang diperbuat dari kacang kedelai hari itu baru separuh jadi. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah semuanya belum jadi.

Perempuan tua itu berasa amat sedih sebab tempe separuh jadi pasti tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahawa Allah dapat melakukan perkara-perkara ajaib,bahwa bagiNya tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa , “Ya Allah, aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe. Amin.”

Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahawa Allah pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya dan dia pun membuka sikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang kedelai.

Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, Amin.”

Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan heran karena tempenya masih tetap begitu!! Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mula didatangi orang ramai. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walau bagaimanapun kerana keyakinannya yg sangat tinggi dia berenca untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan bepergian ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan jadi.

Dia berfikir mungkin keajaiban Allah akan terjadi dalam perjalanannya ke pasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. “Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Amin”. Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampai di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang mesti sudah jadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada.

Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih setengah jadi!! Dia lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mula merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allah karena doanya tidak dikabulkan. Dia berasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya puncak rezekinya, hasil jualan tempe. Dia akhirnya cuma duduk sahaja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia berasakan bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mula kurang.

Dia meninjau-ninjau kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahawa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahawa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, “Ya Allah,berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang setengah ini.”

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita. “Maaf ya, saya ingin bertanya, Apakah Ibu menjual tempe yang belum menjadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum menemukannya.” Dia termenung dan terkejut seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum menjadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya”Ya Allah, saat ini aku tidak mahu tempe ini menjadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin”.

Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah senangnya dia, ternyata memang benar tempenya masih setengah jadi! Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Allah. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang setengah jadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, “Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?” Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di Inggris ingin makan tempe dari desa. Melihat tempe itu akan dikirimkan ke Inggris, si ibu tadi harus membeli tempe yang setengah jadi supaya apabila sampai di Inggris nanti akan menjadi tempe yang jadi dan sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak baik lagi dan rasanya pun kurang sedap.



Baca selengkapnya...

18 Desember 2008

Cerita yang Tersisa (Yessy Muchtar)

Ada sebuah cerita yang tersisa di saat gue [Yessy Muchtar] tidak masuk kantor seharian 2 hari yang lalu. Gue ijin tidak masuk kantor karena ingin bersama Tangguh [anak gue] yang sedang rewel.

Gue menemaninya membaca buku..(atau tepatnya membacakan buku cerita)
Menyuapi Tangguh makan pagi, siang dan sore… Serta mengajaknya bermain di taman. Dan jangan lupa acara mejeng bersama keliling komplek naik sepeda biru doraemon hehehehehe

Gue sungguh terkejut bisa melihat sesosok makhluk yang sempat gue kenal dekat, 10 tahun yang lalu.

Siapa Yes?? Mantan pacar??

Mmmm…..

Gue belum berpacaran dengan orang ini …tapi kami pernah sangat dekat.

10 tahun yang lalu…
Di saat gue baru memulai semester 1 di fakultas ekonomi Trisakti.
Pada saat itu..orang ini sudah masuk ke semester 5, di fakultas ekonomi Universitas Indonesia.

Flash back bentar ya…

Dia tinggal di daerah rumah yang sama dengan gue, singkat kata ..dia tetangga.

Gue mengenalnya …ya karena dia tetangga gue lah…apa lagi???

Gak mungkin kan tetangga gak kenal…kecuali lo tinggal di perumahan elite yang memang tidak saling bertegur sapa dengan tetangga.

Tapi gue tinggal di perkampungan ….di Jakarta yang katanya megah..dan mewah.

Kami dekat..
Dari mulai dia meminjami buku buku, sampai pergi nonton, jalan jalan ke toka buku., atau sekedar makan bakso dekat rumah…

Hehehehe….

10 tahun yang lalu…hal hal yang gue sebut di atas itu manis banget …

Karena apa???

Karena 10 tahun yang lalu…Gue masih menjadi sesosok Yessy yang super duper kurus, berkulit legam, dan berambut amat sangat pendek nyaris cepak……
(lo bisa bayangin kan..kuruusss, item, rambut cepak…..)
*pingsan dengan gemilang*

Hanya segelintir orang..atau mungkin nyaris tidak ada yang bisa memandang gue menarik saat itu.

Dan dia datang ….sebut saja namanya Mr Nice
Memberikan pertemanan.
Memberikan kebaikan
Memberikan senyuman ….yang hampir tidak pernah gue dapatkan dari lawan jenis pada saat itu

Lantas?
Berapa lama Yes hubungan itu?
Mengapa tidak jadian?

Hubungan tersebut berlangsung kurang lebih 5 bulan saja….
Karena ternyata ..si Mr nice ini sudah punya pacar

Heyyy..
Mana ada mahluk manis seperti ini nganggur dan gak punya pasangan..please deh…gue juga gak terlalu lugu dan ke gedean rasa untuk merasa dia naksir sama gue.

Dia memang tidak cerita di awal kalau dia sudah punya pacar.
Tapi ketika dia mengatakannya dan berterus terang ..entah kenapa gue gak harus merasa kesal, sebal ..atau bahkan marah….heheh..gue sadar banget lahhh..siapa guee gituhhh…dia mau sama gueeee….

Ada yang lucu ketika gue bertemu dengan pacar si mr Nice ini…
Pacarnya ternyata juga tidak putih…
Tapi cantik, sexy, dan berhidung bangir…
Dan yang paling gue gak tahan untuk komenin adalah…
Rambutnya!!!

Boouuwwww…
Warna rambutnya pirang emas gituuuuuuu!!!
Kontras sama kulitnnya yang gelap kekekekek
Berasa Belanda depok gituuuu..
Buceriiiiii..bule cat sendiriiiii…xixixixixi

Jadi waktu gak lama gue ketemuan…
Iya gue masih ketemuan beberapa saat setelah itu..
Gue nyela abis pacarnya ..
Gue bilang lah kayak bule buluk…(bener bener gak ngaca padahal gue mungkin lebih buluk dari ceweknya..saat itu)
Gue bilanglah orang item kok ya mikir pantessss pake warna rambut pirang!!!

Huahuahuahuahuahua
Dia gak marah
Dia cuma ketawa
Dan dia Cuma bilang…

“Seandainya cewek semuanya gak macem macem kayak kamu Yes…adem kali ya dunia..”

Kalimat itu justru membuat gue berpikir….
Hey..berarti gue gak macem macem ya?
Gue ..biasa aja ya?
Gue….gak spesial dong…?

Banyak cara untuk bersyukur
Bukannya gue tidak mensyukuri apa yang gue punya…
Tapi fakta bahwa gue tidak terlihat menarik (saat itu)…bukanlah hal yang gue suka
Dan gue berusaha keras untuk merubahnya…

Dari mulai manjangin rambut.
Gemukin badan yang super duper kurus itu…(please deh say..gue bahkan terlihat gak punya dada saking kurusnya)
Belajar dandan…
Sering sering nyalon dan luluran.

Dan gue akhirnya bisa menikmati bayangan diri gue sendiri di cermin.
Ah….itu ..gue ya???
Gue gak papa kok…
Gak papa banget…..
Dan gue mulai bisa tersenyum setiap kali berkaca di cermin.

Mr nice itu akhirnya menikah dan menetap di Surabaya
Gua gak tau dia menikah dengan siapa.
Sepertinya bukan dengan si pirang itu.

Lantas…apa yang terjadi 2 hari yang lalu???

Gue tidak mempercayai mata gue ketika gue melihat sosoknya di taman itu.
Dia bersama anak kecil…yang gue kenali sebagai anak dari kakaknya.

Dia melihat gue…setengah tidak mengenali..setengah bertanya..
”do I know you..?”
Sampai akhirnya dia mendekati gue dan berkata..

“Yessy?”

Gue tersenyum …

“Hey …apa kabar?”
“Astaga..Yess….ini beneran kamu?”
Matanya seperti menyapu gue dari ujung kaki sampai ujung rambut..
*Entar gue tanyain deh ..tuh mata pake vacuum cleaner merek apaan*

“Bukanya kamu tinggal di Surabaya?”

“Heheheh…iya….aku kesini ada tugas kantor”

“Sendiri?”

“Iya..”

“Anak sudah berapa?”

“Dua…”
Dia tersenyum…

“Oya…laki atau cewek?”

“Kembar Yes…aku punya anak kembar..dan dua duanya cowok..”

“Astagaaaa lucu bangettttttt….mana liat potonyaaaaa??
*Heri..heboh sendiri*

“Heheheh…aku gak bawa…ada di hp …tapi ketinggalan di rumah…mau mampir?”

“Hahaha…enggak ah…ini anakku lagi main ..”

“Anakmu mirip ayahnya pasti..”

Gue tersenyum…

Lantas banyak cerita keluar dari bibir kami.
Tentang kehidupan sekarang.
Tentang pekerjaan.
Tentang teman teman kami dulu.
Sampai akhirnya dia mengeluarkan kalimat ini…

You look different…”

I know..”

You look …not …you…ten years ago..”

People deserve to change…and I like my self better now..

“Hahaha…I think everybody have no problem with you ..back in ten years ago

Yes….they have no problem with me…and yet….i am invisible

“Hey….kamu gak invisible….”

“Kamu cewek tomboy yang lucu ..yang berkelakuan hampir seperti lelaki…dan amat sangat menyenangkan”

Gue Cuma diam..obrolan ini terlalu berat untuk gue lalui di taman sambil menggendong Tangguh dan menjaganya berlalu lalang di jalan setapak.

“Tapi Yes….tau gak ..apa yang bikin kamu beda banget sekarang?”

“Apa?”

Yessy Muchtar

“Rambut kamu..kenapa bisa kayak sundel bolong gituh ya sekarang?”

“Heh!?!?…enak ajaaaaaaa…ini bukan rambut sundel bolong tau!!??!…..ini rambut megaloman!?!?”

“Wakakakakka… iyaaaaa… udah gitu di warnain pulaaaaaaaaa… ihhhhhhhh….. norakkkkkkkk….masak warnanya marun gituuu.. apa apaan tuhh… norak bangetttttt.. orang item gak bakalan pantes dengan rambut maruh gitu tauuuuu”

Wakakakakakakkakakakakkakaka
Sialan
Dia berhasil mencela gue balik
Di saat gue mencela pacarnya 10 tahun yang lalu.

“Heheheheh… kena deh sekarang…..”

“Kenapa jadi di cat juga… bukannya dulu kamu anti banget sama rambut yang gak hitam.?.”

“Aku ingin mencoba hal baru.. itu aja..:)”

Dia tersenyum…

Seiring sore dan makin bergelincirnya paman matahari
*jahhhhhhhhh…gak kuatttttt bahasa lo Yessss*

Gue pamit….
Kami berpisah
Tidak bertukar no handphone
Tidak bertukar alamat
Tapi kami tahu..kami akan tetap menjadi teman baik…selalu

Sebelum gue jauh…dia kembali memanggil gue..

“Yes….”

Gue berpaling sesaat…

You look great with maroon long hair…”

Dan gue cuma tersenyum…serta kembali pamit sambil menggendong Tangguh.


Hey you mr Nice….
Just wanna say thank you
You gave a tremendous five months relationship as friend
And……
The moment of truth with you…10 years ago..had change me…completely
I hope you have all the great things in life…for sure
Take care you…


------------
Cerita di atas merupakan kutipan dari sebuah cerita di blog Yessy Muchtar.


Baca selengkapnya...

cerita « WordPress.com

Koran Republika :: Dialog Jumat

BBCIndonesia.com - Laporan Mendalam

Home | About Me | Contact

Copyright © 2008 - M Shodiq Mustika

Header Image credit: adapted from Memoirs of a Geisha Wallpapers

  © 2009 True Story template by M Shodiq Mustika

Back to TOP